Audio Video Mengubah Ruang Duduk Jadi Ruang Nonton
 

.article_label_col {
width: 11em;
}
.article_content_col {
width: 23em;
}
Perangkat audio-video yang semakin canggih menjadikan ruang keluarga semakin nikmat. Aktivitas pun lebih bervariasi.
Namanya juga pusat aktivitas, pada ruang keluarga ditempatkan perabot dan perangkat yang memungkinkan aktivitas berlangsung. Dari sisi furnitur, di sana paling tidak ada furnitur duduk (kursi atau sofa) dan meja untuk meletakkan sajian ringan dan majalah. Yang tak kalah penting, ruang ini rata-rata dilengkapi dengan perangkat hiburan, minimun perangkat audio-video.
Seperti dikemukakan di awal sisipan ini, perangkat audio video tergolong kategori brown goods. Pada awalnya, perangkat ini ada karena keinginan. Minimal, di ruang keluarga terdapat sebuah televisi. Jenis tabung atau LCD, flat screen atau tidak, tergantung kemampuan si empunya rumah.
Namun, yang jamak terjadi, begitu empunya rumah mampu membeli televisi dengan standar tertentu, maka umumnya mereka selalu ingin memperoleh atau membeli televisi yang menggunakan teknologi terbaru. Ada juga yang berkeinginan untuk menambahkan perangkat audio. Lahirlah kemudian sebuah bioskop rumahan. Perangkat-perangkat yang dipakai, apalagi kalau bukan televisi atau proyektor untuk menampilkan gambar, perangkat pemutar video, dan perangkat audio. Semua ini ada dengan tujuan memanjakan diri di rumah sendiri.
Perangkat Auvi di Ruang Keluarga

.article_label_col {
width: 11em;
}
.article_content_col {
width: 23em;
}
Televisi – Perabot yang satu ini “wajib” ada di ruang keluarga. Soal ukuran atau jenis tak soal, semua itu terpulang pada kemampuan pemilik. Memasuki tahun 2008 nanti, tren televisi akan mengarah pada televisi LCD ukuran besar.
Televisi ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Satu hal penting, di mana pun Anda meletakkannya, perhatikan ketinggian televisi. Jaga agar tinggi titik pusat televisi rata dengan pandangan mata.
Video Player – Peralatan ini juga semakin canggih. Rata-rata masih menggunakan teknologi analog, namun ada juga yang telah menggunakan teknologi digital. Jika ingin tampilan gambar prima, pilihlah yang berteknologi digital. Konsekuensinya, Anda harus memiliki televisi berteknologi digital. Jika tidak, maka fitur ini akan mubazir.
Perangkat Audio – Yang ini dapat menciptakan suara segarang suara bioskop. Ada banyak pilihan pula. Ada perangkat audio yang juga dapat memutar video. Jumlah speaker-nya pun semakin banyak dan dilengkapi dengan sub woofer. Tipe yang seperti ini dapat menampilkan suara yang lebih dari suara aslinya. Namun jangan pula salah memasang speaker, bisa-bisa suara melompat-lompat.

Tips instalasi

.article_label_col {
width: 11em;
}
.article_content_col {
width: 23em;
}
Perangkat audio video sangat rentan terhadap kesalahan instalasi. Ini bukan berarti ketika memasang Anda harus menyewa ahlinya. Anda pun dapat menginstalasi sendiri perangkat audio video ini. Yang penting, perhatikan petunjuk pemasangannya.
Berikut ini hal utama yang wajib Anda perhatikan:

  • Tempatkan perangkat pada lokasi yang dinginkan. Hendaknya jarak antara perangkat audio dan video tidak terpaut jauh. Sesuaikan jarak dengan ketersediaan kabel-kabel untuk audio-video.
  • Pada perangkat terbaru, ada pilihan untuk menampilkan gambar pada televisi dan suara pada amplifier. Agar tak salah pasang, pilih sesuai keinginan. Setiap alternatif menggunakan kabel berbeda. Yang umum, audio dan video dihubungkan dengan kabel RCA. Sedkit lebih tinggi, gambar ditampilkan melalui kabel RBG.
  • Ketika memasang, perhatikan jenis kabel, warna kabel, dan warna port pada perangkat. Hubungkan kabel dengan port sesuai warnanya. Hati-hati jangan sampai berbeda warna karena akan berpengaruh terhadap tampilan gambar dan suara.