<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Teknik Audio Video SMK N 1 Bulakamba</title>
	<atom:link href="http://avsmkbulakamba.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://avsmkbulakamba.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Berlatih dan Berkarya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 13:21:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='avsmkbulakamba.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d7050ac5cb4ba77de2f98a7c01848504?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Teknik Audio Video SMK N 1 Bulakamba</title>
		<link>http://avsmkbulakamba.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://avsmkbulakamba.wordpress.com/osd.xml" title="Teknik Audio Video SMK N 1 Bulakamba" />
	<atom:link rel='hub' href='http://avsmkbulakamba.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Guncangkan dan melangkahlah..</title>
		<link>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/12/31/guncangkan-dan-melangkahlah/</link>
		<comments>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/12/31/guncangkan-dan-melangkahlah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 02:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Audio Video</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[keledai]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avsmkbulakamba.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah cerita menarik yang mungkin bisa kita ambil pelajaran didalamnya, : Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=96&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Ada    sebuah cerita menarik yang mungkin bisa kita ambil pelajaran didalamnya,    :</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke    dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara    si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.</span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu    ditimbun (ditutup &#8211; karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si    keledai. Ia mengajak tetangga-tetanggany a untuk datang membantunya.    Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.<br />
Pada mulanya,    ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh    kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi    diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani    melihat ke dalam sumur dan tercengang dengan apa yang dilihatnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh    bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang    menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa    punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara    tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung    hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.    Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan    melarikan diri &#8230;!</span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
Kehidupan terus    saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu dengan segala macam jenis tanah dan    kotoran. Cara untuk keluar dari &#8220;sumur&#8221; (kesedihan, masalah, cobaan&#8230;.dsb)    adalah dengan <em>&#8216;mengguncangkan</em>&#8216; segala &#8220;tanah dan kotoran&#8221; dari diri    kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkahlah naik dari &#8220;sumur&#8221; dengan    menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.<br />
</span></p>
<div>
<span style="font-family:Arial;font-size:small;"><strong> </strong></span><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><strong>Bila Anda tidak membebaskan pikiran Anda, Anda tidak    mungkin mencapai pengertian yang sebenarnya.<br />
Maka pantaslah    bila kita menemukan lebih banyak orang yang tidak mengerti -<br />
bahkan mengenai hal-hal yang paling sederhana yang bisa memperbaiki    kualitas hidup mereka.</p>
<p>Mungkin, mereka memperburuk suasana    di gua pikiran mereka &#8211; dengan membiarkan kekhawatiran, kedengkian, dan nafsu<br />
- berkembang besar dan kuat dan menentukan bentuk dan warna    dari kata-kata yang boleh mereka dengar.<br />
</strong> Itu sebabnya,<strong></p>
<p>Kita harus membebaskan pikiran kita dari hal-hal yang    tidak baik &#8211; agar hanya kebaikan-lah yang tersisa dalam pikiran    kita.<br />
Dan bila hanya kebaikan yang mengisi pikiran kita &#8211; maka    baik-lah pengertian kita.</p>
<p>(MT &#8211; Clarity of    Understanding)</strong></span></div>
<div>
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Setiap masalah-masalah kita merupakan satu    batu pijakan untuk melangkah.<br />
Kita dapat keluar dari &#8220;sumur&#8221; yang terdalam    dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! (never give up !) </span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan    melangkahlah naik !!!</span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Semoga sekelumit tulisan sederhana ini bisa bermanfaat bagi    kita&#8230;&#8230;.</span></span></div>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=96&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/12/31/guncangkan-dan-melangkahlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc738a91f4ddfe3da8e1e71ce1c3c94?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">auvi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penemu dari Indonesia</title>
		<link>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/11/20/penemu-dari-indonesia/</link>
		<comments>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/11/20/penemu-dari-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 06:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Audio Video</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[orang indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Para ahli]]></category>
		<category><![CDATA[penemu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avsmkbulakamba.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata menjadi bangsa Indonesia di dunia ini cukup membanggakan, karena memiliki putra-putra besar dalam segi ilmu pengetahuan yang tidak kalah dengan mancanegara, berikut daftarnya: Abdul Jamil Ridho &#38; Niti Soedigdo &#8211; Penemu Varietas Unggul Singkong Raksasa Adi Rahman Adiwoso &#8211; Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit Alexander Kawilarang &#8211; Penemu Kapal Ikan Bersirip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=82&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://avsmkbulakamba.files.wordpress.com/2008/11/militerisme.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-84" title="militerisme" src="http://avsmkbulakamba.files.wordpress.com/2008/11/militerisme.gif?w=81&#038;h=86" alt="militerisme" width="81" height="86" /></a>Ternyata menjadi bangsa Indonesia di dunia ini cukup membanggakan, karena  memiliki putra-putra besar dalam segi ilmu pengetahuan yang tidak kalah dengan  mancanegara, berikut daftarnya:</p>
<div id="post_message_52692848">
<ol>
<li> Abdul Jamil Ridho &amp; Niti Soedigdo &#8211;      <strong>Penemu Varietas Unggul Singkong Raksasa</strong></li>
<li>Adi Rahman Adiwoso &#8211;      <strong>Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit</strong></li>
<li>Alexander Kawilarang &#8211; <strong>Penemu Kapal Ikan Bersirip</strong></li>
<li> Andrias Wiji Setio  Pamuji &#8211; <strong>Penemu Reaktor Biogas</strong></li>
<li>Arief Mulyana Djumra &#8211; <strong>Penemu  Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan</strong></li>
<li>Aryadi Suwono &amp;  Tim Peneliti ITB &#8211; <strong>Penemu Bahan Pendingin Baru yang Lebih Hemat  Energ</strong></li>
<li>Ayub S. Parnata &#8211; <strong>Penemu Bakteri Kompos Organik</strong></li>
<li>Bacharuddin Jusuf Habibie &#8211; <strong>Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie  (Teknologi Pesawat Terbang)</strong></li>
<li> Budi Noviantoro &#8211; <strong>Penemu Klip Penambat  Bantalan Kereta Api dengan Dua Gigi</strong></li>
<li>Dani Hilman Natawijaya &#8211; <strong>Penemu  Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus Gempa</strong></li>
<li>Djuanda  Suraatmadja &#8211; <strong>Penemu Beton Polimer yang Ramah Lingkungan</strong></li>
<li>Eddyman,  Intan Elfarini &amp; Kanaka Sundhoro &#8211; <strong>Penemu Obat Antinyamuk Alami dan  Murah</strong></li>
<li>Evvy Kartini &#8211; <strong>Penemu Penghantar Listrik Berbahan  Gelas</strong></li>
<li>Affandi &#8211; <strong>Penemu Pupuk Alami dari Air Liur</strong></li>
<li>Herman Johannes &#8211; <strong>Penemu Tungku Berbahan Bakar Briket Arang Kayu dan  Dedaunan</strong></li>
<li>I Gede Ngurah Wididana &#8211; <strong>Penemu Formula Minyak Oles  Bokhasi</strong></li>
<li>I Made Budi &#8211; <strong>Penemu Formula Sari Buah Merah untuk  Pengobatan</strong></li>
<li>Lalu Selamat Martadinata &#8211; <strong>Penemu Alat Pemanggil  Ikan</strong></li>
<li>M. Djoko Srihono &#8211; <strong>Penemu Penjernih Air Limbah</strong></li>
<li> Maruni  Wiwin Diarti &#8211; <strong>Penemu Senyawa Antimikroba dari Rumput Laut</strong></li>
<li>Minto &#8211;      <strong>Penemu Kompor dan Pengering Hasil Tani dengan Tenaga Matahari</strong></li>
<li>Mumu  Sutisna &#8211; <strong>Penemu Hormon Penyubur Anakan Padi</strong></li>
<li>Mulyoto Pangestu &#8211;      <strong>Penemu Teknik Ekonomis Pembekuan Sperma</strong></li>
<li>Neny Nurainy &#8211; <strong>Penemu  Varian Virus Hepatitis B Indonesia</strong></li>
<li>Puji Slamet Arif &#8211; <strong>Penemu Motor  Listrik Hemat Energi</strong></li>
<li>Rahmiana Zein &#8211; <strong>Penemu Teknik Pemisahan Cairan  dalam Kecepatan Tinggi</strong></li>
<li>Randall Hartolaksono &#8211; <strong>Penemu Formula Kimia  Pemadam Api Ramah Lingkungan</strong></li>
<li>Rizal &amp; Juffri Sahroni &#8211; <strong>Penemu  Penghemat Bahan Bakar Diesel</strong></li>
<li> Robert Manurung &#8211; <strong>Penemu Minyak Jarak  Murni</strong></li>
<li>Saverinus Nurak &#8211; <strong>Penemu Mesin Pompa Tangan Berkekuatan  Tinggi</strong></li>
<li>Sutjipto &amp; Ryantori &#8211; <strong>Penemu Konstruksi Fondasi Sarang  Laba-laba</strong></li>
<li>Sutrisno &#8211; <strong>Penemu Alat Perangkap Lalat Buah</strong></li>
<li>Sedijatmo &#8211; <strong>Penemu Konstruksi Fondasi Cakar Ayam</strong></li>
<li>Septinus George Saa  &#8211; P<strong>enemu Rumus Penghitung antara Dua Titik Rangkaian Resistor</strong></li>
<li>Sofin  Hadi &#8211; <strong>Penemu Metode Cincin untuk Sunat Tanpa Luka</strong></li>
<li>Sri Wuryani,  Mustadjab, Euis M. Nirmala, Siwi Hardiastuti &#8211; <strong>Penemu Pengawet Aroma dalam  Hampa</strong></li>
<li>Tjokorda Raka Sukawati &#8211; <strong>Penemu Landasan Putar Bebas Hambatan  Sosrobahu</strong></li>
<li>Warsimin Adiwarsito &#8211; <strong>Penemu Marmer Buatan</strong></li>
<li>Widowati Siswomihardjo &#8211; <strong>Penemu Bahan Baru untuk Gigi Palsu yang Lebih Aman  dan Murah</strong></li>
<li>Windu Hernowo &#8211; <strong>Penemu Penghemat Bahan Bakar  Mesin</strong></li>
<li>Yanto Lunardi Iskandar &#8211; <strong>Anggota Tim Penemu HIV &amp; Metode  Peningkatan Hematopoiesis</strong></li>
<li>Yudi Utomo Imardjoko &#8211; <strong>Penemu Kontainer  Limbah Nuklir</strong></li>
<li>Zahlul Badaruddin &#8211; <strong>Penemu Zahlul Integrated Unit  (Desain Sistem Efisien untuk Produksi Obat/Kimia)</strong></li>
</ol>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=82&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/11/20/penemu-dari-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc738a91f4ddfe3da8e1e71ce1c3c94?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">auvi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://avsmkbulakamba.files.wordpress.com/2008/11/militerisme.gif?w=90" medium="image">
			<media:title type="html">militerisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Belajar Efektif</title>
		<link>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/tips-belajar-efektif/</link>
		<comments>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/tips-belajar-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 05:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Audio Video</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Belajar efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/tips-belajar-efektif/</guid>
		<description><![CDATA[Simak deh tips-tips dari teman kamu di seluruh dunia soal belajar yang efektif. 1. Seorang teman dari Amerika memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=22&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<div class="separator" style="text-align:center;clear:both;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SJ0m6e7tehI/AAAAAAAAAnU/hATzpJMCrGU/s1600-h/baca.gif"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SJ0m6e7tehI/AAAAAAAAAnU/zj0yqYogjSE/s320-R/baca.gif" style="border:0 none;" /></a></div>
<div style="text-align:center;"></div>
<div style="text-align:center;"><b>Simak deh tips-tips dari teman kamu di seluruh dunia soal belajar yang efektif.</b></div>
<div style="text-align:center;"></div>
<p><b>1.</b> Seorang teman dari Amerika memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu. Jadi begitu pulang sekolah, kamu hanya mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.</p>
<p><b>2.</b> Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran.</p>
<p><b>3.</b> Beberapa temanmu merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya!</p>
<p><b>4</b>. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan kamu tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.</p>
<p><b>5.</b> Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku.</p>
<p><b>6</b>. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu menjadi lebih paham akan materi tersebut.</p>
<p><b>7</b>. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa&nbsp;&nbsp; ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya : selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.</p>
<p><b>8</b>. Ada beberapa temanmu di Australia yang menyukai waktu belajar di siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktifitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh!</p>
<p><b>9. </b>Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa temanmu menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum.</p>
<p><b>10.</b> Belajar sambil mendengarkan musik memang asik. Pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, kayak matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajarmu akan selalu berisi dan penuh semangat.</p>
<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memang bingung ya kalau semua orang saling memberitahu apa yang harus kamu kerjakan. Paling penting adalah utamakan prioritasmu sendiri. Karena biasanya kita menilai diri sendiri dari apa yang dirasakan, sedang orang lain hanya melihat dari apa yang telah kita hasilkan. Sementara apa yang bisa kita hasilkan hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, buat target yang kamu percaya mampu meraihnya bukan apa yang dipikirkan orang lain. Begitu juga dengan cara belajar efektif, pilih cara baik mana yang paling pas dengan kondisimu.<br />
<span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Selamat Mencoba</span>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=22&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/tips-belajar-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc738a91f4ddfe3da8e1e71ce1c3c94?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">auvi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SJ0m6e7tehI/AAAAAAAAAnU/zj0yqYogjSE/s320-R/baca.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Semi Konduktor</title>
		<link>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/semi-konduktor/</link>
		<comments>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/semi-konduktor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 04:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Audio Video</dc:creator>
				<category><![CDATA[Semi konduktor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/semi-konduktor/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;Bahan Semikonduktor &#160; Semikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda, transistor dan sebuah IC (integrated circuit). Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan konduktor murni. Bahan- bahan logam seperti tembaga, besi, timah disebut sebagai konduktor yang baik sebab logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa, sehingga elektronnya dapat bergerak bebas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=15&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><span class="head2">&nbsp;<b>Bahan Semikonduktor</b></span></div>
<div style="text-align:center;"><span class="head2"><b>&nbsp;</b><br />
</span></div>
<div align="justify"><span class="head2">S</span><span class="text8">emikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda, transistor dan sebuah IC (<i>integrated circuit</i>). Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan konduktor murni. Bahan- bahan logam seperti tembaga, besi, timah disebut sebagai konduktor yang baik sebab logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa, sehingga elektronnya dapat bergerak bebas. </span><span class="text8"></span></div>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8">Sebenarnya atom tembaga dengan lambang kimia Cu memiliki inti 29 ion (+) dikelilingi oleh 29 elektron (-). Sebanyak 28 elektron menempati orbit-orbit bagian dalam membentuk inti yang disebut nucleus. Dibutuhkan energi yang sangat besar untuk dapat melepaskan ikatan elektron-elektron ini. Satu buah elektron lagi yaitu elektron yang ke-29, berada pada orbit paling luar. </span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8">Orbit terluar ini disebut pita valensi dan elektron yang berada pada pita ini dinamakan elektron valensi. Karena hanya ada satu elektron dan jaraknya ‘jauh’ dari nucleus, ikatannya tidaklah terlalu kuat. Hanya dengan energi yang sedikit saja elektron terluar ini mudah terlepas dari ikatannya. </span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><img border="0" height="133" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/conduct.gif" width="203" /></span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><i>ikatan atom tembaga</i></span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8">Pada suhu kamar, elektron tersebut dapat bebas bergerak atau berpindah-pindah dari satu nucleus ke nucleus lainnya. Jika diberi tegangan potensial listrik, elektron-elektron tersebut dengan mudah berpindah ke arah potensial yang sama. Phenomena ini yang dinamakan sebagai arus listrik. </span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8">Isolator adalah atom yang memiliki elektron valensi sebanyak 8 buah, dan dibutuhkan energi yang besar untuk dapat melepaskan elektron-elektron ini. Dapat ditebak, semikonduktor adalah unsur yang susunan atomnya memiliki elektron valensi lebih dari 1 dan kurang dari 8. Tentu saja yang paling “semikonduktor” adalah unsur yang atomnya memiliki 4 elektron valensi.&nbsp;</span></div>
<div align="justify" class="text8"></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"></span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><b>Susunan Atom Semikonduktor</b></span></div>
<div class="text8" style="text-align:center;"></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8">Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge) dan Galium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun belakangan, silikon menjadi popular setelah ditemukan cara mengekstrak bahan ini dari alam. Silikon merupakan bahan terbanyak ke dua yang ada dibumi setelah oksigen (O<sub>2</sub>). Pasir, kaca dan batu-batuan lain adalah bahan alam yang banyak mengandung unsur silikon. Dapatkah anda menghitung jumlah pasir dipantai.</span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8">Struktur atom kristal silikon, satu inti atom (<i>nucleus</i>) masing-masing memiliki 4 elektron valensi. Ikatan inti atom yang stabil adalah jika dikelilingi oleh 8 elektron, sehingga 4 buah elektron atom kristal tersebut membentuk ikatan kovalen dengan ion-ion atom tetangganya. Pada suhu yang sangat rendah (0<sup>o</sup>K), struktur atom silikon divisualisasikan seperti pada gambar berikut.</span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><img border="0" height="172" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/Si-xtal.gif" width="181" /></span></div>
<p><span class="text8"></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><font size="2"><i><span style="font-size:85%;">struktur dua dimensi kristal Silikon</span></i><span style="font-size:85%;"> </span></font></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Ikatan kovalen menyebabkan elektron tidak dapat berpindah dari satu inti atom ke inti atom yang lain. Pada kondisi demikian, bahan semikonduktor bersifat isolator karena tidak ada elektron yang dapat berpindah untuk menghantarkan listrik. Pada suhu kamar, ada beberapa ikatan kovalen yang lepas karena energi panas, sehingga memungkinkan elektron terlepas dari ikatannya. Namun hanya beberapa jumlah kecil yang dapat terlepas, sehingga tidak memungkinkan untuk menjadi konduktor yang baik. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Ahli-ahli fisika terutama yang menguasai fisika quantum pada masa itu mencoba memberikan doping pada bahan semikonduktor ini. Pemberian doping dimaksudkan untuk mendapatkan elektron valensi bebas dalam jumlah lebih banyak dan permanen, yang diharapkan akan dapat mengahantarkan listrik. Kenyataanya demikian, mereka memang iseng sekali dan jenius.</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><b><font size="2">Tipe-N</font></b></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Misalnya pada bahan silikon diberi doping <i>phosphorus</i> atau <i>arsenic</i> yang pentavalen yaitu bahan kristal dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi. Dengan doping, Silikon yang tidak lagi murni ini (<i>impurity semiconductor</i>) akan memiliki kelebihan elektron. Kelebihan elektron membentuk semikonduktor tipe-n. Semikonduktor tipe-n disebut juga <b>donor</b> yang siap melepaskan elektron.</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="172" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/tipe-n.gif" width="225" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">doping atom pentavalen</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><b><font size="2">Tipe-P</font></b></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Kalau silikon diberi doping <i>Boron</i>, <i>Gallium</i> atau <i>Indium</i>, maka akan didapat semikonduktor tipe-p. Untuk mendapatkan silikon tipe-p, bahan dopingnya adalah bahan trivalen yaitu unsur dengan ion yang memiliki 3 elektron pada pita valensi. Karena ion silikon memiliki 4 elektron, dengan demikian ada ikatan kovalen yang bolong (<i>hole</i>). Hole ini digambarkan sebagai <b>akseptor</b> yang siap menerima elektron. Dengan demikian, kekurangan elektron menyebabkan semikonduktor ini menjadi tipe-p. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="172" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/tipe-p.gif" width="193" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">doping atom trivalen</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><b><font size="2">Resistansi</font></b></span></span></div>
<div class="text8" style="text-align:center;"></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Semikonduktor tipe-p atau tipe-n jika berdiri sendiri tidak lain adalah sebuah resistor. Sama seperti resistor karbon, semikonduktor memiliki resistansi. Cara ini dipakai untuk membuat resistor di dalam sebuah komponen semikonduktor. Namun besar resistansi yang bisa didapat kecil karena terbatas pada volume semikonduktor itu sendiri.&nbsp;</font></span></span></div>
<div align="justify" class="text8"></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><b><font size="2">Dioda PN&nbsp;</font></b></span></span></div>
<div class="text8" style="text-align:center;"></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Jika dua tipe bahan semikonduktor ini dilekatkan–pakai lem barangkali ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , maka akan didapat sambungan P-N (<i>p-n junction</i>) yang dikenal sebagai dioda. Pada pembuatannya memang material tipe P dan tipe N bukan disambung secara harpiah, melainkan dari satu bahan (<i>monolitic</i>) dengan memberi doping (<i>impurity material</i>) yang berbeda. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="88" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/diodapn.gif" width="106" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">sambungan p-n</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Jika diberi tegangan maju (<i>forward bias</i>), dimana tegangan sisi P lebih besar dari sisi N, elektron dengan mudah dapat mengalir dari sisi N mengisi kekosongan elektron (<i>hole</i>) di sisi P.</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="90" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/fwd-bias.gif" width="140" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">forward bias</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Sebaliknya jika diberi tegangan balik (<i>reverse bias</i>), dapat dipahami tidak ada elektron yang dapat mengalir dari sisi N mengisi hole di sisi P, karena tegangan potensial di sisi N lebih tinggi. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Dioda akan hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja, sehingga dipakai untuk aplikasi rangkaian penyearah (<i>rectifier</i>). Dioda, Zener, LED, Varactor dan Varistor adalah beberapa komponen semikonduktor sambungan PN yang dibahas pada kolom khusus. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><b><font size="2">Transistor Bipolar</font></b></span></span>
</div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Transistor merupakan dioda dengan dua sambungan (<i>junction</i>). Sambungan itu membentuk transistor PNP maupun NPN. Ujung-ujung terminalnya berturut-turut disebut emitor, base dan kolektor. Base selalu berada di tengah, di antara emitor dan kolektor. Transistor ini disebut transistor bipolar, karena struktur dan prinsip kerjanya tergantung dari perpindahan elektron di kutup negatif mengisi kekurangan elektron (hole) di kutup positif. bi = 2 dan polar = kutup. Adalah William Schockley pada tahun 1951 yang pertama kali menemukan transistor bipolar. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="137" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/pnp-npn.gif" width="148" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">Transistor npn dan pnp</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Akan dijelaskan kemudian, transistor adalah komponen yang bekerja sebagai sakelar (<i>switch on/off</i>) dan juga sebagai penguat (<i>amplifier</i>). Transistor bipolar adalah inovasi yang mengantikan transistor tabung (<i>vacum tube</i>). Selain dimensi transistor bipolar yang relatif lebih kecil, disipasi dayanya juga lebih kecil sehingga dapat bekerja pada suhu yang lebih dingin. Dalam beberapa aplikasi, transistor tabung masih digunakan terutama pada aplikasi audio, untuk mendapatkan kualitas suara yang baik, namun konsumsi dayanya sangat besar. Sebab untuk dapat melepaskan elektron, teknik yang digunakan adalah pemanasan filamen seperti pada lampu pijar.</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><b><font size="2">Bias DC</font></b></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Transistor bipolar memiliki 2 junction yang dapat disamakan dengan penggabungan 2 buah dioda. Emiter-Base adalah satu junction dan Base-Kolektor junction lainnya. Seperti pada dioda, arus hanya akan mengalir hanya jika diberi bias positif, yaitu hanya jika tegangan pada material P lebih positif daripada material N (<i>forward bias</i>). Pada gambar ilustrasi transistor NPN berikut ini, junction base-emiter diberi bias positif sedangkan base-colector mendapat bias negatif (<i>reverse bias</i>). </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="210" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/bias-npn.gif" width="139" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">arus elektron transistor npn </font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Karena base-emiter mendapat bias positif maka seperti pada dioda, elektron mengalir dari emiter menuju base. Kolektor pada rangkaian ini lebih positif sebab mendapat tegangan positif. Karena kolektor ini lebih positif, aliran elektron bergerak menuju kutup ini. Misalnya tidak ada kolektor, aliran elektron seluruhnya akan menuju base seperti pada dioda. Tetapi karena lebar base yang sangat tipis, hanya sebagian elektron yang dapat bergabung dengan hole yang ada pada base. Sebagian besar akan menembus lapisan base menuju kolektor. Inilah alasannya mengapa jika dua dioda digabungkan tidak dapat menjadi sebuah transistor, karena persyaratannya adalah lebar base harus sangat tipis sehingga dapat diterjang oleh elektron. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Jika misalnya tegangan base-emitor dibalik (<i>reverse bias</i>), maka tidak akan terjadi aliran elektron dari emitor menuju kolektor. Jika pelan-pelan ‘keran’ base diberi bias maju (<i>forward bias</i>), elektron mengalir menuju kolektor dan besarnya sebanding dengan besar arus bias base yang diberikan. Dengan kata lain, arus base mengatur banyaknya elektron yang mengalir dari emiter menuju kolektor. Ini yang dinamakan efek penguatan transistor, karena arus base yang kecil menghasilkan arus emiter-colector yang lebih besar. Istilah <i>amplifier</i> (penguatan) menjadi salah kaprah, karena dengan penjelasan di atas sebenarnya yang terjadi bukan penguatan, melainkan arus yang lebih kecil mengontrol aliran arus yang lebih besar. Juga dapat dijelaskan bahwa base mengatur membuka dan menutup aliran arus emiter-kolektor (<i>switch on/off</i>).</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Pada transistor PNP, fenomena yang sama dapat dijelaskan dengan memberikan bias seperti pada gambar berikut. Dalam hal ini yang disebut perpindahan arus adalah arus hole. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="210" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/bias-pnp.gif" width="139" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">arus hole transistor pnpYaY</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Untuk memudahkan pembahasan prinsip bias transistor lebih lanjut, berikut adalah terminologi parameter transistor. Dalam hal ini arah arus adalah dari potensial yang lebih besar ke potensial yang lebih kecil.</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="230" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/arusnpn.gif" width="170" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">arus potensial</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">IC : arus kolektor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">IB : arus base</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">IE : arus emitor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VC : tegangan kolektor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VB : tegangan base</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VE : tegangan emitor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VCC : tegangan pada kolektor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VCE : tegangan jepit kolektor-emitor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VEE : tegangan pada emitor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VBE : tegangan jepit base-emitor</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">ICBO : arus base-kolektor </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">VCB : tegangan jepit kolektor-base</font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Perlu diingat, walaupun tidak perbedaan pada doping bahan pembuat emitor dan kolektor, namun pada prakteknya emitor dan kolektor tidak dapat dibalik. </font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2"><img border="0" height="80" src="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/monolitic-tr.gif" width="148" /></font></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div class="text8" style="text-align:center;"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"><i><font size="2">penampang transistor bipolar</font></i></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></p>
<div align="justify" class="text8"><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span></div>
<p><span class="text8"><span style="font-size:85%;"></span></span><br />
<span class="text8"><span style="font-size:85%;"><font size="2">Dari satu bahan silikon (<i>monolitic</i>), emitor dibuat terlebih dahulu, kemudian base dengan doping yang berbeda dan terakhir adalah kolektor. Terkadang dibuat juga efek dioda pada terminal-terminalnya sehingga arus hanya akan terjadi pada arah yang dikehendaki.</font></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=15&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/08/09/semi-konduktor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc738a91f4ddfe3da8e1e71ce1c3c94?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">auvi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/conduct.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/Si-xtal.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/tipe-n.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/tipe-p.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/diodapn.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/fwd-bias.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/pnp-npn.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/bias-npn.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/bias-pnp.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/arusnpn.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.electroniclab.com/image/elkadasar/monolitic-tr.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Transistor</title>
		<link>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/07/29/tentang-transistor/</link>
		<comments>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/07/29/tentang-transistor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 04:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Audio Video</dc:creator>
				<category><![CDATA[Transistor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/07/29/tentang-transistor/</guid>
		<description><![CDATA[Transistor berasal dari kata transfer resistor. Piranti elektronik jenis ini dikembangkan oleh Berdeen, Schokley dan Brittam pada tahun 1948 di perusahaan elektronik Bell Telephone Laboratories. Penamaan ini berdasarkan pada prinsip kerjanya yakni mentransfer atau memindahkan arus. Sebuah transistor digambar dalam bentuk symbol : Transistor memiliki 3 kaki, yakni: Basis ( B ), Collector ( C [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=14&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Transistor berasal dari kata transfer resistor. Piranti elektronik jenis ini dikembangkan oleh Berdeen, Schokley dan Brittam pada tahun 1948 di perusahaan elektronik Bell Telephone Laboratories. Penamaan ini berdasarkan pada prinsip kerjanya yakni mentransfer atau memindahkan arus.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sebuah transistor digambar dalam bentuk symbol :</span></div>
<div class="separator" style="text-align:center;clear:both;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6iEKBX_SI/AAAAAAAAAm4/XY1HqLWUmBI/s1600-h/tr.gif"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6iEKBX_SI/AAAAAAAAAm4/okRJ-T8fEBU/s320-R/tr.gif" style="border:0 none;" /></a></div>
<div class="MsoNormal"></div>
<div class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Transistor memiliki 3 kaki, yakni: Basis ( B ), Collector ( C ) dan Emitor ( E ).</span></div>
<div class="MsoNormal"></div>
<div class="MsoNormal"></div>
<div class="separator" style="text-align:center;clear:both;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6idhXAZXI/AAAAAAAAAnA/s19JCsWwEJU/s1600-h/labelled-transistor.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6idhXAZXI/AAAAAAAAAnA/p6IV9kcl_3o/s320-R/labelled-transistor.jpg" style="border:0 none;" /></a></div>
<div class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kaki kolektor pada transistor NPN selalu berada pada kutub positip, sedang kaki kolektor pada transistor PNP selalu pada kutub negatif. Sebuah transistor selalu diberikan kode – kode tertentu sesuai dengan pabrik pembuatnya maupun fungsi transistor.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Huruf pertama menyatakan bahan semikonduktor yang digunakan untuk membuat transistor.</span></div>
<div class="MsoNormal"> </div>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">A = Germanium<span> </span>B = Silicon&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; C = Arsenida Galium<span> </span>D = Antimonida Indium<span> </span>R = Sulfida Cadmium</span></p>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Huruf kedua menyatakan fungsi penerapannya pada rangkaian elektronika.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>A = dioda detector, dioda pencampur , dioda<span> </span>kecepatan tinggi.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>B = dioda kapasitas variable</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>C = transistor frekuensi renadah</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>D = transistor daya frekuensi rendah</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>E = dioda terobosan</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>F = transistor frekuensi radio, bukan daya</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>G = macam ragam keperluan ( multiperpose )</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>L = transistor daya frekuensi rendah</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>N = kopling foto</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>P = dioda radiasi seperti dioda foto, transistor foto</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>Q = generator radiasi seperti LED</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>R = piranti kemudi dan saklar seperti TRIAC</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span><span> </span>S = transistor sakalr daya rendah</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>T = piranti kemudi dan switching seperti TRIAC</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>U = transistor saklar daya tinggi</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>X = dioda pengganda</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>Y = penyearah,dioda efisiensi atau penyondol (booster)</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><span> </span>Z = dioda Zener, pengatur ( regulator )</span></div>
<div class="MsoNormal"> </div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Huruf atau angka yang lain menyatakan nomor seri.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Untuk transistor buatan Amerika kode yang biasa digunakan adalah : </span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">1N , 2N , dlsb. Sedang buatan Jepang menggunakan kode : 2SA , 2SB<span> </span>, 2SC.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Secara phisik bentuk sebuah transistor seperti gambar di bawah ini :</span></div>
<div class="separator" style="text-align:center;clear:both;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6i1UMFZeI/AAAAAAAAAnI/lU44LuaRiLI/s1600-h/Thyristor_Triac_Transistor.jpg"><img height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6i1UMFZeI/AAAAAAAAAnI/1sZMXxw7kV8/s400-R/Thyristor_Triac_Transistor.jpg" style="border:0 none;" width="400" /></a></div>
<div class="MsoNormal"></div>
<div class="MsoNormal"></div>
<div class="MsoNormal"> </div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Dalam rangkaian elektronika transistor banyak digunakan sebagai penguat , penyearah, pencampur, oscillator, saklar elektronik dll.</span></div>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Sebagai penguat transistor digunakan untuk menguatkan tegangan, arus serta daya, baik bagi arus bolak – balik maupun searah.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Sebagai penyearah, transistor digunakan untuk mengubah tegangan      bolak – balik menjadi tegangan searah.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Sebagai pencampur, transistor digunakan untuk mencampur dua macam tegangan bolak – balik atau lebih yang mempunyai frekuensi berbeda.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Sebagai oscillator,transistor digunakan untuk membangkitkan      getaran – getran listrik.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Sebagai saklar elektronik, transistor digunakan untuk      menyambung putuskan rangkaian elektronika.</span></li>
<p></ul>
<p>Pengujian Transistor</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pada dasarnya transistor merupakan dua dioda yang dipertemukan, sehingga cara pengujian transistor hampir sama dengan pengujian dioda. Pengujian transistor dibedakan menjadi dua, yakni jenis NPN dan jenis PNP.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Berikut ini diberikan table tentang hasil pengujian transistor yang dinyatakan baik.</span></p>
<p><a href="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tabel.gif"><img alt="" class="alignnone size-full wp-image-298" height="233" src="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tabel.gif?w=582&amp;h=233" width="582" /></a></p>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Adapun langkah – langkah pengujian transistror NPN adalah :</span></div>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan .</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Mengarahkan saklar jangkah pada posisi ohm, misal pada posisi      X1.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Menempelkan colok hitam pada kaki Basis ( B ) dan colok merah pada      kaki Emiter ( E ).</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor dinyatakan      baik.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Selanjutnya memindahkan colok merah pada kaki Kolektor ( C ).</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor juga dinyatakan      baik.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Sedang apabila dalam pengujian transistor jarum penunjuk tidak      bergerak maka transistor dinyatakan rusak </span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Selanjutnya apabila pengujian dibalik, yakni colok merah pada kaki Basis ( B ), sedang kaki Emiter ( E ) dan kaki Kolektor ( C ) dihubungkan dengan colok hitam secara bergantian, maka jika jarum penunjuk bergerak, transistor dinyatakan rusak,<span> </span>kemungkinan bocor.</span></li>
<p></ul>
<p><span lang="EN-GB" style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kembalikan perlengkapan pengujian pada tempat semula.</span></p>
<p><a href="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/ukur-tr.gif"><img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-300" height="120" src="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/ukur-tr.gif?w=300&#038;h=120&#038;h=120" width="300" /></a></p>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Langkah – langkah pengujian transistor PNP</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"> </span></div>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan .</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Mengarahkan saklar jangkah pada posisi ohm, misal pada posisi      X1.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Menempelkan colok merah pada kaki Basis ( B ) dan colok hitam pada      kaki Emiter ( E ).</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Apabila jarum penunjuk bergerak maka transistor dinyatakan      baik.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Setelah itu memindahkan colok hitam pada kaki Kolektor ( C ).</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Jika jarum<span> </span>bergerak maka transistor dinyatakan baik.Jika dalam pengujian meter tidak bergerak sama sekali, maka transistor dinyatakan rusak / putus.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Kemudian jika pengujian dibalik yakni colok hitam pada kaki      Basis ( B) sedang kaki Emiter ( E ) dan<span> </span>Kolektor ( C ) dihubungkan dengan colok merah secara      bergantian,<span> </span>maka jika jarum      bergerak, transistor dinyatakan rusak.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Apabila jarum bergerak menunjukkan nilai ohm yang rendah, maka      dapat dipastikan bahwa transistor dalam kondisi bocor.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB" style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Rapikan kembali perlengkapan pengujian</span></li>
<p></ul>
<p><a href="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/ukur-tr1.gif"><img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-301" height="128" src="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/ukur-tr1.gif?w=300&#038;h=128&#038;h=128" width="300" /></a></p>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Pengujian diatas berlaku bagi transistor yang terbuat dari bahan Germanium maupun bahan Silicon.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Jika transistor terbuat dari bahan Germanium maka saklar jangkah ukur diarahkan pada posisi x 10. Namun jika terbuat dari bahan Silicon, saklar jangkah diarahkan keposisi x 1K.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Menentukan jenis transistor silicon atau germanium</span></div>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Tempatkan ohm meter pada posisi X1K</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Ukur antara kaki kolektor dan emitor, jika jarum penunjuk bergerak arah bolak – balik artinya transistor germanium ( Ge ) namun jika tidak bergerak artinya transistor silikon ( Si ).</span></li>
<p></ul>
<p><span lang="EN-GB" style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Menentukan transistor germanium ( Ge )</span></p>
<p><a href="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tr-ge.gif"><img alt="" class="alignnone size-full wp-image-302" height="294" src="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tr-ge.gif?w=496&amp;h=294" width="496" /></a></p>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Menentukan transistor silicon ( Si )</span></div>
<div class="MsoNormal"><a href="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tr-si.gif"><img alt="" class="alignnone size-full wp-image-304" height="294" src="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tr-si.gif?w=489&amp;h=294" width="489" /></a></div>
<div class="MsoNormal"> </div>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Kerusakan – kerusakan yang sering terjadi pada transistor:</span></div>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Adanya pemutusan hubungan dari rangkaian elektronik.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Terjadinya konseleting/ hubung singkat antar elektroda      transistor.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Terjadi kebocoran diantara electrode – electrode transistor.</span></li>
<p></ul>
<div class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"> Adapun penyebab terjadinya kerusakan pada sebuah transistor adalah:</span></div>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Penanganan yang tidak tepat saat pemasangan pad rangkaian.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Transistor terlalu panas karena suhunya melebihi batas maksimal      kemampuannya.<span> </span>Bagi transistor      dari bahan Germanium suhu maksimal ± 750C sedang<span> </span>transistor Silicon suhu maksimal      mencapai<span> </span>± 1500C.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Kesalahan pengukuran.</span></li>
<p>
<li class="MsoNormal"><span lang="EN-GB" style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pemasangan yang salah pada rangkaian</span><span lang="SV" style="font-size:12pt;font-family:&quot;">.</span></li>
<p></ul>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avsmkbulakamba.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avsmkbulakamba.wordpress.com&amp;blog=5556057&amp;post=14&amp;subd=avsmkbulakamba&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avsmkbulakamba.wordpress.com/2008/07/29/tentang-transistor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc738a91f4ddfe3da8e1e71ce1c3c94?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">auvi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6iEKBX_SI/AAAAAAAAAm4/okRJ-T8fEBU/s320-R/tr.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6idhXAZXI/AAAAAAAAAnA/p6IV9kcl_3o/s320-R/labelled-transistor.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_gtPXuRCUc7I/SI6i1UMFZeI/AAAAAAAAAnI/1sZMXxw7kV8/s400-R/Thyristor_Triac_Transistor.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tabel.gif?w=582&#38;h=233" medium="image" />

		<media:content url="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/ukur-tr.gif?w=300&#38;h=120" medium="image" />

		<media:content url="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/ukur-tr1.gif?w=300&#38;h=128" medium="image" />

		<media:content url="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tr-ge.gif?w=496&#38;h=294" medium="image" />

		<media:content url="http://mamas86.files.wordpress.com/2008/07/tr-si.gif?w=489&#38;h=294" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
